Faiz al-ghani alamsyah
RESUME KEMERDEKAAN
Sejarah Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945
Peristiwa kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 menjadi momen yang sangat penting bagi bangsa ini.
Setelah mengalami penjajahan bertahun-tahun lamanya, Indonesia akhirnya terbebas dari genggaman bangsa lain.
Namun, kemerdekaan itu tentu tidak diraih dengan cara yang mudah. Ada berbagai peristiwa penting yang
melatarbelakanginya.
Peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi kemerdekaan itu dialami oleh para tokoh kemerdekaan, mulai dari
peristiwa Rengasdengklok sampai akhirnya proklamasi dikumandangkan.
1. Jepang tunduk kepada sekutu
Persiapan kemerdekaan Indonesia memang sudah digagas oleh para tokoh bangsa ini. Sejarah singkat
kemerdekaan Indonesia kemudian dimulai dengan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
BPUPKI dibentuk pada 1 Maret 1945 dan diketuai oleh Radjiman Widyodiningrat. Setelah itu, panitia kecil yang
disebut panitia sembilan pun dibentuk untuk membuat rumusan dasar negara yang nantinya menjadi Pancasila.
Beberapa minggu sebelum kemerdekaan, BPUPKI pun dibubarkan digantikan dengan PPKI (Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) yang diketuai oleh Soekarno. Mereka bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan
Indonesia
Advertising
Bersamaan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia, berita kekalahan Jepang pun terdengar. Di masa Perang
Dunia II, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.
Berita kekalahan Jepang itu kemudian didengar oleh para tokoh muda. Golongan muda yang dipimpin oleh Chaerul
Saleh ini kemudian mendesak Soekarno dan Moh. Hatta untuk mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia.
2. Peristiwa Rengasdengklok
Desakan dari golongan muda itu menimbulkan perbedaan pendapat dengan golongan tua.
Soekarno menolak permintaan deklarasi kemerdekaan pada saat itu juga karena menunggu keputusan Jepang.
Pasalnya, Jepang telah berjanji untuk memerdekakan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dikarenakan perbedaan pendapat tersebut, golongan muda pun kemudian mengamankan Soekarno dan Moh. Hatta
ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Peristiwa itu terjadi pada 16 Agustus 1945.
Sejarah singkat kemerdekaan Indonesia ini berlanjut ketika golongan muda dan golongan tua yang diwakili Achmad
Soebardjo melakukan perundingan dan mencapai kesepakatan.
Achmad Soebardjo akhirnya berjanji bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya.
Dengan perjanjian itu, Soekarno dan Hatta pun akhirnya dibawa kembali ke Jakarta.
3. Perumusan naskah Proklamasi
Persiapan kemerdekaan berlanjut usai rombongan dari Rengasdengklok tiba di Jakarta. Soekarno dan Hatta
kemudian menemui Jenderal Nishimura untuk menanyakan sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan.
Namun, karena tidak ada kesepakatan, mereka pun akhirnya memutuskan untuk membuat naskah Proklamasi.
Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardji pergi ke rumah Laksamana Tadashi Maeda untuk menyusun teks
Proklamasi.
Rumah Laksamana Maeda mewarnai sejarah singkat kemerdekaan Indonesia karena aman dari ancaman militer
Jepang.
Akhirnya, rumusan teks Proklamasi pun ditulis tangan oleh Soekarno dan diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa
perubahan.
4. Proklamasi kemerdekaan Indonesia
Usai naskah Proklamasi selesai ditulis, sejarah singkat kemerdekaan Indonesia berlanjut dengan detik-detik
Proklamasi. Mulanya, pembacaan naskah Proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada.
Namun, Soekarno berpendapat bahwa pemilihan tempat itu akan menimbulkan bentrok antara rakyat dan Jepang. Ia
pun kemudian mengusulkan untuk membacakan Proklamasi di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur No.56
Jakarta.
Menjelang detik-detik Proklamasi yang akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB, halaman rumah Soekarno pun sudah
dipadati banyak orang.
Bendera merah putih dijahit oleh Fatmawati, sementara pengibar bendera dilakukan oleh Latief Hendraningrat, S.
Suhud, dan Trimurti.
Tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB pagi, naskah Proklamasi kemerdekaan Indonesia pun
dibacakan. Pembacaan Proklamasi dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih.
Berikut isi naskah Proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
5. Penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sejarah singkat kemerdekaan Indonesia tak berhenti sampai pembacaan naskah Proklamasi saja.
Mereka perlu menyampaikan berita kemerdekaan Indonesia, tetapi alat komunikasi masih sangat terbatas. Selain itu,
Jepang juga melarang untuk menyiarkan berita Proklamasi.
Akhirnya, penyebarluasan berita Proklamasi dilakukan lewat Hoso Kanri Kyoku atau kini disebut Radio Republik
Indonesia (RRI) dan Domei (ANTARA). Selain itu, mereka juga menyebarluaskan berita kemerdekaan lewat surat
kabar Suara Asia.
Selain melalui radio dan surat kabar, para utusan daerah juga membawa kabar Proklamasi dari mulut ke mulut.
Mereka adalah Teuku Mohammad Hassan dari Aceh, Sam Ratulangi dari Sulawesi, Ketut Pudja dari Bali, dan A.A.
Hamidan dari Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar